Untukitu belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu. Begitu sulitnya seseorang mengukir batu, tapi bila sudah nampak terukir, maka bertahun-tahun masih saja membekas dan tidak akan hilang. Demikian juga sang anak yang masih kecil, bila sudah masuk kedalam pikirannya ilmu pengetahuan, maka sulit sekali melupakan, bahkan masih teringat Belajardi waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air. Anonim "Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya".. - Imam Syafi'i; Pendidikan merupakan tiket untuk masa depan. Belajardi waktu muda bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai menulis di atas air. Kata-kata ini dipahami bahwa seseorang yang belajar di waktu muda akan terus ingat sedangkan di waktu tua akan mudah lupa. Namun, benarkah pemahaman itu? Mari kita uji, teman-teman, bapak dan ibu, masih ingatkah rumus luas lingkaran atau volume Orangsering bilang ''belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, tapi belajar ketika dewasa bagai mengukir diatas air''. Ini menunjukkan bahwa betapa masih polosnya anak dan tergantung didikan orang tuanyalah bagaimana ia terbentuk. Ketika anak masih kecil ia menjadi ''peniru yang ulung'' bagi siapa saja yang ia lihat. Rhizopoda(Filum Sarcodina) : Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh - Istilah rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, rhizo Sedangkanuntuk meletakkam dasar agama yang baik adalah dumulai sejak sedini mungkin yaitu dengan dengan pembinaan perilaku yang baik, seperti kata pepatah mengatakan" belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir diatas air" (Syarifuddin, 2004: 60 ). Belajardi waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar setelah dewasa, bagai mengukir diatas air. Belajar setelah dewasa, bagai mengukir di atas air. Tentu saja memberi nasihat antara orang satu dengan orang yang lain berbeda. Kita harus mempertimbangkan cara, karakter, usia, latar belakang. Belajardi waktu kecil bagai mengukir di atas batu/ Belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air. "Orang tua itu ngurusnya susah. Mereka itu sesnsitif. Saya di sini belajar sabar," katanya. Ia harus sabar dengan sifat orang tua yang pelupa. Jika hari ini bisa, besoknya akan lupa lagi. Kemudian mengulang lagi, besoknya lupa lagi. 0h6p. Belajar diwaktu kecil itu gampang di inget, gabakalan lupa lupa ilang. coba deh kmu melukis d atas batu, kan gagampang ilang.., tapi kalo bljr d waktu besar tu susah, soalnya cpt lupa, gampang ilang. kaya kmu nglukis d ats air. cpt ilangkan, Pertanyaan baru di B. Indonesia pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....A. sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancurB. nasib manusia diten … tukan oleh TuhanC. sifat buruk orang tua akan menurun pada anakD. manusia berusaha untuk sempurnaE. anak harus patuh pada orang tua​ gabunginlah kata-kata tersebut menjadi sebuah puisi​ Berikut yang tidak termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen adalah..A. budaya cara-cara menyusun bahan ceramah kecuali...A. mengenali konteks berarti mengenal peserta ceramah dan situasinyaB. menentukan isu ceramahC. menyusun ke … rangka ceramah yang memuat pokok-pokok materi yang akan diceramahkanD. menghafal bahan-bahan ceramahE. mengumpulkan dan memilih bahan​ karya ilmiah salah satu karya ilmiah bentuk populer adalah....A. 1,4, … 5B. 2,3,7C. 5,6,7D. 2,5,7E. 1,3,5​ JABAR EKSPRES- Dalam menuntut ilmu haruslah mendapatkan prioritas pada setiap pribadi diri sendiri, karena orang yang berilmu pasti tau jalan yang ingin ditempuhnya. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar sebelum besar bagai melukis di atas udara. Pepatah itu sering kita dengar untuk menggambarkan bagaimana yang diberikan pada usia dini akan melekat dalam benak mereka sampai usia dewasa. Dikehidupan ini banyak jalan yang ditempuh dalam mencari ilmu. Ada yang mencari ilmu dengan mendengar cerama, ada yang mencari ilmu lewat membaca buku-buku, dan ada juga yang mencari ilmu lewat sekolah dll. Tetapi perlu di ingat dan diketahui, bahwasanya mencari ilmu yang paling dominan adalah mulai anak-anak masih usia sekolah. Karena dengan kesempatan yang bagus, maka anak-anak sesuai dini masih mempunyai daya tangkap yang kuat. Untuk itu belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu. Begitu sulitnya seseorang mengukir batu, tapi bila sudah nampak terukir, maka bertahun-tahun masih saja membekas dan tidak akan hilang. Demikian juga sang anak yang masih kecil, bila sudah masuk kedalam pikirannya ilmu itu, maka sulit untuk melupakan bahkan masih teringat sampai akhir hayatnya. Akan tetapi belajar diwaktu dewasa bagaikan mengukir diatas air. Kita tau bahwa mengukir diatas air begitu mudahnya akan tetapi tidak ada bekasnya. Begitu pula bila belajar diwaktu dewasa maka dia mudah untuk mengingat, menerima suatu ilmu, tetapi mudah pula untuk dilupakan. Kita harus merasa tergugah dalan hati kita masing-masing, sehingga belajar tidak merasa bosan dalam keadaan suasana bagaimanapun, baik mengenai waktu, ataupun tempatnya. Kita harus bersemangat dalam menuntut ilmu dengan sekuat kita, agar yang kita cita-citakan dapat tercapai sebagaimana yang kita harapkan. Tetapi apabila kita sudah mendapatkan ilmu dan sudah menguasainya, maka janganlah lupa untuk mengamalkannya. Orang yang berilmu berkewajiban untuk megamalkan jangan sampai ilmu yang dimilikinya kemudian disembunyikan, maka ancaman Allah yang akan diterimanya. Maka dari itu marilah kita semua belajar menuntut ilmu dari sejak kecil, dan mengamalkan ilmu yang kita dapat saaat kita sudah dewasa. Karena ilmu yang bermanfaat ituu ketika kitaa mendapatkan ilmu dan kuta dapat mengamalkan dan menyebarkannya, ilmu tanaoa amal bagaikan pohon tak berbuah sedangkan amal tanpa ilmu tida berguna dan menjadi sia-sia. Skip to content Home/Artikel/Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar diwaktu besar bagai mengukir diatas air Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar diwaktu besar bagai mengukir diatas air Mungkin kita sering kali mendengar ungkapan berikut ini. Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar diwaktu besar bagai mengukir diatas air. Ya semakin dini anak belajar, apalagi di usia golden age akan membentuk dan menanamkan karakter dan menentukan masa depannya Kok bisa ? Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada usia 0-6 tahun, atau dikenal sebagai masa emas tumbuh kembang anak. Pada masa ini, menurut Psikolog Anak Desni Yuniarni, informasi seperti apapun akan diserap anak tanpa melihat baik atau buruknya. Informasi ini nantinya akan menjadi fondasi pembetukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif mereka. Lebih jauh, penelitian seorang ahli perkembangan dan perilaku anak asal AS, Berry Brazelton, menununjukkan bahwa tahun pertama adalah masa krusial kehidupan anak. Masa ini, ujarnya, menentukan apakah ketika beranjak dewasa ia mampu menghadapi tantangan, memiliki semangat belajar tinggi, dan berhasil dalam pekerjaan. Perlu diingat, keberhasilan karir seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nilai rapor sekolah saja. Namun, hal ini juga ditentukan dari kemampuan soft skill, yaitu kemampuan berkomunikasi, kerja sama, menyelesaikan masalah, toleransi, dan sejenisnya yang dikembangkan dan ditanam sejak dini. Di alif anak tidak hanya diajarkan mengaji, tapi juga mengembangkan kompetensi motorik anak dengan membuat crafting lucu, mengembangkan daya khayal anak dan penanaman kompetensi afektif islami dengan story telling dan juga melakukan praktek ibadah guna merefleksikan pengetahuan kognitifnya. Sumber Kompasiana dengan beberapa perubahan Editor Dinda Related Posts Add to Collection No Collections Here you'll find all collections you've created before.